Kamis, 22 April 2010

PENGERTIAN BENIH

v Benih: bagian tanaman yang digunakan untuk reproduksi, baik baik generatif maupun vegetatif

v Benih?(S. Sadjad, 1993)

v Struktural: bakal biji yang dibuahi

v Fungsional: biji tumbuhan utk pertanaman

v Agronomi: sarana produksi: maksimum

v Teknologi: kelestarian genetik

v Bioteknolgi: produk artifisial yg sangat spesifik dan efisien

n Ciri benih bermutu:

1. Tingkat kemurnian tinggi

2. Daya berkecambah tinggi

3. Vigor tinggi

4. Bebas dari penyakit terbawa benih

n Mutu benih menyangkut:

1. Mutu genetis: menjabarkan sifat-sifat unggul yang diwariskan dari pohon induknya

2. Mutu fisiologis è viabilitas, vigor dan kesehatan benih

3. Mutu fisik è struktur morfologis, ukuran dan berat benih

è Benih bermutu diperoleh dengan serangkain uji mutu benih

PRODUKSI BENIH

n Pengembangan varietas Baru è tugas pemulia tanaman

n Penyebaran benih è tugas organisasi produsen benih

n Pemulia è varietas baru è perbanyakan benih è distribusi benih

è Penjaminan mutu benih è Setifikasi benih

SERTIFIKASI BENIH

è Sertifikasi benih:

è serangkaian pemeriksaan terhadap calon benih yang dimulai sejak pertanaman calon benih sampai dengan pengujian mutu di laboratorium dengan tujuan menjamin kemurnian mutu genetik, mutu fisik dan mutu fisiologis sehingga dapat memenuhi standar mutu yang ditetapkan dan layak untuk disebarluaskan

è Pelaksana:

è Pemerintah (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih)

è Perorangan atau Badan Hukum yang memperoleh izin dari Pemerintah melalui Akreditasi

KELAS DAN SUMBER BENIH DISERTIFIKASI

  1. Benih Penjenis (Breeder Seed/BS)

n Diproduksi dan ditangani oleh pemulia (breeder)

n Digunakan sebagai sumber perbanyakan Benih Dasar (FS)

  1. Benih Dasar (Foundation Seed/FS/BD)

n Keturunan pertama benih penjenis

n Produksi oleh instansi/badan yang ditetapkan oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih

n Label berwarna putih

  1. Benih Pokok (Stock Seed/SS/BP)

n Keturunan dari benih penjenis atau benih dasar yang memenuhi standar mutu dan disertifikasi sebagai benih pokok oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih

n Produksi oleh: Balai Benih Kabupaten atau Swasta

n Label berwarna ungu

  1. Benih Sebar (Extension Seed/ES/BR)

n Keturunan dari benih penjenis benih dasar atau benih pokok yang memenuhi standar mutu dan disertifikasi sebagai benih pokok oleh Sub Direktorat Pembinaan Mutu Benih

n Produksi oleh: Balai Benih Kabupaten, Swasta atau Penangkar Benih

n Label berwarna biru

  1. Prinsip produksi benih:

n Mempertahankan kemurnian genetik benih

1. Kemurnian dapat menurun akibat pencampuran secara mekanis, mutasi, persilangan alami

2. Kemurnian benih harus dijaga

n Prinsip Agronomis

1. Agroklimat dan Lokasi

2. Isolasi, Varietas dan Penanaman

3. Roguing, Polinasi dan Pengendalian Gulma

4. Irigasi dan Nutrisi Tanaman

5. Proteksi Tanaman

6. Pemanenan, Pengeringan dan Penyimpanan

BENIH

v UU No. 29 th. 2000

v Benih: organ generatif atau organ vegatatif tanaman yang digunakan untuk reproduksi/perbanyakan tanaman

v S. Sadjad, 1993

v Benih è biji tanaman yang dipergunakan untuk tujuan penanaman.

v Batasan: Struktural, Fungsional, Agronomi, Teknologi, Bioteknolgi

v Struktural:

v Segi anatomi biji

v Pembentukan biji tidak sama, disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan

v Bakal biji yang dibuahi

v Fungsional:

v Didasarkan pada perbedaan fungsi benih dan biji

v biji tumbuhan untuk pertanaman

v Ex. Padi è gabah dan benih padi è fisik sama è fungsi beda.

v Agronomi:

v sarana produksi: maksimum

v Kekuatan tumbuh dan daya kecambah yang tinggi

v Teknologi:

v Suatu kehidupan biologi benih

v Kelestarian genetik

v Teknologi untuk menjaga kualitas benih

v Bioteknolgi:

v produk artifisial yang sangat spesifik dan efisien

v Perbedaan benih, biji dan bibit ?

v Biji akan tetap disebut biji jika:

v Tumbuhnya biji menjadi suatu tanaman tanpa melibatkan tangan-tangan manusia

v Biji-bijian yang tidak untuk ditanam atau dikembangan, melainkan digunakan untuk keperluan bahan pangan dan pakan

v Biji yang digunakan sebagai bahan dasar suatu produk industri

v Biji sebagai bahan baku untuk hasil kerajinan

v Bibit

v Benih yang telah berkecambah

v Tumbuhan muda yang makanannya tergantung kepada persediaan bahan makanan yang terdapat/tersimpan di dalam biji

STRUKTUR BIJI

v True seed: a fertilized ovule that has an embryonic plant, stored food material, and a protective coats/coat.

v Lita Sutopo (2002): biji terdiri dari 3 bagian dasar yaitu:

1. Embrio

2. Jaringan penyimpan cadangan makanan

3. Pelindung biji

v Embrio

1. Monocot: cotyledon + embryonic axis

v Embrionic axis: coleoptile, plumule, seminal roots, radicle, dan coleorhiza

2. Dicot: cotyledon + embryonic axis (plumule dan radicle) atau (hipokotil dan epikotil)

v Jaringan Penyimpan Cadangan Makanan

1. endosperm/cotyledon

v Pelindung biji

1. Kulit biji

2. Membungkus ensdosperm dan embrio

PERKEMBANGAN BJI

v Bijiè hasil akhir siklus generatif

v Lita Sutopo (2002) è proses reproduksi pembentukan biji

1. Pembentukan benang sari dan putik

2. Bunga mekar

3. Persarian (pollination)

4. Pembuahan (fertilization)

5. Pertumbuhan sel telur yang telah dibuahi è embrio dan kulit pelindung

6. Pemasakan biji

v Biji Apomixis

1. Biji apomixis adalah biji yang terbentuk tanpa melalui persatuan dua gamet (gamet jantan dan betina).

2. Struktur seperti biji terbentuk dari sel telur yang tidak dibuahi

3. Benih yang diproduksi oleh tanaman apomixis memiliki sifat seperti tanaman ibunya karena gamet jantan dan betina tidak mengambil bagian dalam pembuahan.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKECAMBAHAN BIJI

* FAKTOR DALAM

* TINGKAT KEMASAKAN BIJI

* UKURAN BENIH

* DORMANSI

* ZAT PENGHAMBAT

* FAKTOR LUAR

* AIR

* TEMPERATUR

* OKSIGEN

* CAHAYA

* MEDIUM

TINGKAT KEMASAKAN BIJI

* Sebagian besar biji mampu berkecambah jauh sebelum mencapai tingkat kemasakan penuh

* Beberapa biji perlu masa dormansi dan tidak mau berkecambah walaupun diletakkan pada tempat yang “cocok”

* Biji masak fisiologis-kecambah tinggi

* Sebelumnya rendah atau tidak berkecambah

* Cadangan makanan sedikit/kurang

* Embrio belum berkembang sempurna

* Sesudahnya juga rendah

* Cadangan makanan sudah berkurang

* Daya kecambah menurun

* Vigor rendah

UKURAN BENIH

* KARBOHIDRAT, PROTEIN, DAN LEMAK SERTA MINERAL DIBUTUHKAN SBG BAHAN BAKU DAN ENERGI PERKECAMB

* BENIH BESAR KADUNGANNYA BANYAK

* BENIH KECIL KANDUNGANNYA SDKT

* BENIH BESAR KAND PROT TINGGI

* BENIH BERAT CEPAT TUMBUH KRN TENTUKAN UKURAN KECAMBAH DAN BERAT TANAMAN PADA SAAT PANEN

ZAT PENGHAMBAT

* Larutan dgn tkt osmotik tinggi: mannitol, NaCl

* Zat penghambat respirasi: sianida, dinitrofenol, fluorida, hydroxilamine

* Herbisida

* Coumarin

* Auxin

* Dll.

FAKTOR LUAR

  1. AIR

* Kebutuhan mendasar untuk perkecambahan biji

* Air berfungsi untuk aktivasi enzim, memecahkan kulit biji, translokasi

* setiap jenis tanaman membutuhkan air yang berbeda-beda untuk perkecambahannya

  1. OKSIGEN

PROSES RESPIRASI

GULA + OKSIGEN è KARBON DIOKSIDA + AIR + ENERSI

OKSIGEN TIDAK ADA è PROSE PERKECAMBAHAN TERHAMBAT

  1. TEPERATUR

KLASIFIKASI TANAMAN

    1. BERKECAMBAHAN PADA TEMPERATURE RELATIF RENDAH
    2. BERKECAMBAHAN PADA TEMPERATURE RELATIF TINGGI
    3. BERKECAMBAHAN PADA KISARAN TEMPERATURE RENDAH SAMPAI TINGGI

TEMPERATURE OPTIMUM (26,5 – 35 0c

  1. CAHAYA

KLASIFIKASI BENIH BERDASARKAN KEBUTUHAN CAHAYA

o MEMERLUKAN CAHAYA MUTLAK UNTUK PERKECAMBAHAN

o MEMERLUKAN CAHAYA UNTUK MEMPERCEPAT PERKECAMBAHAN

o CAHAYA MENGHAMBAT PERKECAMBAHAN

o BEKECAMBAH SAMA BAIK DI TEMPAT GELAP ATAU ADA CAHAYA

  1. MEDIUM

MEDIUM YANG BAIK è SIFAT FISIK BAIK, GEMBUR, MEMPUNYAI KEMAMPUAN MENYIMPAN AIR DAN BEBAS DARI OPT


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar