Senin, 19 April 2010

KULIAH 4

CIRI2 FUNGI:

l Fungi heterotrofik, dengan cara absorpsi nutrien dari lingkungannya, sebagian lainnya parasit.

l Fungi memiliki berbagai tipe sel.

l Fungi dapat uniselular atau multiselular.

l Aerob atau fakultatif anaerob

l Fungi dinding selnya mengandung khitin yang merupakan polimer glukosa yang membentuk mikrofibril. Masing-masing molekul glukosa mengikat gugus amino

l Fungi masuk ke jaringan daun melalui stomata, sejumlah fungi merupakan patogen tumbuhan.

l Cadangan makanan berupa glikogen

CIRI KARAKTERISTIK FUNGI

1. Yeast/Khamir

Ø Fungi uniseluler, tidak membentuk filamen/hifa, bentuk oval atau membulat. Reproduksinya umumnya dengan mitosis.

l Yeast membelah diri: membelah diri sama besar (Schizosaccharomyces).

l Yeast bertunas: membelah secara tidak sama besar sehingga seperti bertunas (Saccharomyces).

l Yeast bertunas dapat membentuk pseudohifa, suatu rantai pendek mirp hifa, contoh Candida albicans (menginfeksi jaringan dengan pseudohifa)

Ø Yeast anaerob fakultatif, memungkinkannya tumbuh beragam kondisi lingkungan (aerob/anaerob)

l Pada lingkungan cukup oksigen, melangsungkan respirasi aerob.

l Pada kondisi anaerob melakukan fermentasi karbohidrat dan menghasilkan alkohol dan karbondioksida.

2. Jamur benang

Ø Multiseluler, membentuk filamen.

Ø Diidentifikasi bedasar ciri fisik, ciri koloni, dan spora reproduksinya.

l Talus: massa yang dibentuk oleh fungus.

l Hifae (Sing: Hifa): Filamen panjang berupa sel-sel yang menyatu.

§ Hifae bersepta: sel-sel dipisahkan oleh dinding pemisah (septa).

§ Hifae senositik (aseptat) : panjang, tidak bersepta

§ Hifa vegetatif: bagian hifa yang berperan dalam mendapatkan nutrien.

§ Hifa reproduktif/aerial: bagian hifa yang menghasilkan spora.

l Miselium: masa hifae, dapat dilihat mata tanpa alat bantu

SIKLUS HIDUP FUNGI

Ø Reproduksi aseksual: fragmentasi hifae, pembelahan diri, budding/tunas.

Ø Spora jamur diproduksi dari hifae aerial dan digunakan untuk reproduksi seksual dan aseksual.

1. Spora aseksual: dibentuk oleh hifae aerial pada satu organisma, organisma baru akan identik dengan induk.

Contoh:

Konidiospora: spora uniseler atau multiseluler yang tidak dilindungi saccus/kantung

Chlamydospore: spora berdinding tebal dibentuk dalam segmen hifa.

Sporangiospora: spora aseksual yang dibentuk dalam saccus (sporangium).

2.Spora seksual: dibentuk melalui penggabungan nuklei dari dua spora berbeda kelamin dari spesies yang sama. Individu baru mewarisi sifat dari kedua induk.

REPRODUKSI

Secara umum mengikuti alur:

hifae haploid → tahap dikaryotik → zygote diploid

l Selama reproduksi seksual, hifae haploid dari 2”jenis kelamin” yang berbeda berfusi.

l Jika nuklei tidak berfusi segera, maka yang dihasilkan adalah hifa dikaryotik (2n).

l Pada beberapa spesies, nuklei sepasang tetapi tidak akan berfusi untuk jangka aktu tertentu bahkan lama.

l Nuklei tetap membelah, sehingga tiap sel memiliki salah satu dari nuklei tersebut.

l Ketika nuklei berfusi, zigot yang dihasilkan melakukan pembelahan meiotik dan membentuk spora.

l Spora berkecambah langsung menjadi hifae haploid tanpa perkembangan embriologi.

l Spora merupakan bentuk adaptasi kehidupan di tanah dan menjamin bahwa spoesies tersebut dapat tersebar luas.

l Suatu spora merupakan sel reproduksi yang dapat tumbuh langsung menjadi organisma baru.

l Fungi menghasilkan spora baik selama reproduksi sexual dan asexual.

l Meskipun bersifat nonmotile, spora dengan mudah disebarkan oleh angin.

l Reproduksi aseksual dapat berlangsung secara :

l Produksi spora oleh suatu miselium merupakan mekanisma yang paling umum.

l Fragmentasi berlangsung ketika sebagian fragmen miselium terpisah dan tumbuh menjadi individu baru.

l Tunas tipikal pada yeast; sel membentuk sel anakan yang akan lepasdari sel induk ketika telah tumbuh menncapai ukuran penuh.

LUMUT KERAK

l Bentuk simbiosis antara phycobiont (komponen alga) dan mycobiont (komponen fungus)

l Lumut kerak mencakup 20.000 spesies jamur yang simbiosa mutualistik dengan sekurangnya 40 genera algae dan bakteria fotosintetik (sianobacteria).

l Mycobiont dapat berasal dari ascomycota, basidiomycota

l Manfaat lumut kerak: bahan obat, bahan parfum, biomonitoring pencemaran udara.

l Dua bentuk morfologi dasar lumut kerak: seperti daun (foliose) dan kerak yang menutup substrat (crustose)

ADAPTASI NUTRISI PD FUNGI

Fungi mengabsporpsi makanannya

Ø Tumbuh baik pada pH sedikit asam ~pH 5.

Ø Umumnya bersifat aerobik. Kebanyakan yeast bersifat fakultatif anaerob.

Ø Lebih resisten pada tekanan osmotik tinggi dibandingkan bakteri.

Ø Tumbuh pada kelembaban rendah (aw 65).

Ø Untuk pertumbuhan memerlukan sumber N lebih rendah dibanding bakteri.

Ø Memiliki kemampuan komparatif dalam memecah materi KH.

Ø Fungi mendapatkan nutrien dengan membebaskan enzim pencernaan dan kemudian mengabsorpsi molekul organik yang diurai enzim pencernaan.

Ø Jalinan hifae memperluas area absorpsi

NILAI EKONOMIS FUNGI

Aspek merugikan dari fungi:

• 25-50% kerusakan pasca-panen buah dan sayur disebabkan oleh jamur

• Infeksi jamur pada tumbuhan: busuk (rot), karat (rusts), blights, wilts, dan smuts.

• Phytophthora infestans menyebabkan kelaparan hebat pada 1800-an di Irlandia ~ 1 juta orang mati.

• Coffee leaf rust (1970) menghancurkan tanaman kopi di Brazil, mendorong sejumlah negara mengganti tanaman kopi arabika dengan robusta, misalnya Ethiopia dan Srilanka

• Ergot (sklerotia) menurunkan produktivitas serealia (rye), menghasilkan alkaloid toksik, menyebabkan keracunan pada hewan dan manusia.

• Aflatoksin racun yang dihasilkan Aspergillus flavus menyebabkan gangguan kesehatan dan karsinogenik.

Aspek menguntungkan dari fungi:

• Candida oleophila mencegah pertumbuhan jamur pada buah pasca pemetikan.

• Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk produksi roti, wine, alkohol

• Taxomyces menghasilkan antikanker taxol.

• Trichoderma menghasilkan selulase

• Mycorhiza mendukung pertumbuhan tanaman

Tidak ada komentar:

Posting Komentar